astacita-imdonesia.my.id
Jakarta - TNI Siaga 1, Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, telah menetapkan status siaga 1 keamanan nasional bagi seluruh prajurit TNI sebagai respons atas situasi di Timur Tengah pascaserangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.
Berikut 7 perintah Panglima TNI:
- Siaga Penuh: Pangkotamaops TNI menyiagakan personel dan alutsista di jajarannya dan melaksanakan patroli di objek vital strategis dan sentra perekonomian.
- Evakuasi WNI: Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI memerintahkan atase pertahanan RI di negara terdampak untuk mendata dan merencanakan evakuasi WNI bila diperlukan.
- Patroli Keamanan: Kodam Jaya/Jayakarta melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit strategis dan kedutaan-kedutaan.
- Deteksi Dini: Satuan intelijen TNI melaksanakan deteksi dini adanya kelompok di tempat-tempat obvit strategis.
- Siaga Satuan: Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) melaksanakan siaga di satuan masing-masing.
- Laporan Situasi: Laporkan segera setiap perkembangan situasi kepada Panglima TNI.
- Pengawasan Udara: Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara 24 jam.
Status siaga 1 ini berlaku sejak 1 Maret 2026 dan akan terus berlangsung hingga situasi dinyatakan kondusif.
Red
.jpeg)